Menjadi Bintang yang tidak akan pernah pudar

29 - 01 - 2011 | News and Twitter | Sulung Landung

Saya dari dulu tidak pernah percaya dengan istilah bintang talent mulai redup. Seperti kebanyakan bisnis lainnya, yang namanya permintaan (demand) itu selalu ada up and down. Kadang ramai, kadang sepi. Itu adalah hal wajar dalam industri show biz.

Saya selalu percaya bahwa setiap seniman memiliki kualitas sebagai seorang bintang (star quality) yang tidak akan lekang dimakan waktu, tempat, usia dan pendatang baru.

Saat usia bertambah, mereka akan semakin solid sebagai pribadi yang matang, kaya akan pengalaman hidup, dan kualitas yang lebih mumpuni.

Di Hollywood kita lihat Meryl Streep. Di usia 62 masih bersinar terang dan memiliki box office value tinggi. Cher yang masih begitu mempesona di usianya ke-62. Clint Eastwood di umur 70-an masih produktif sebagai sutradara film bermutu.

Dalam negeri kita melihat Titiek Puspa yang dalam usia ke-75 semakin eksis. Anjasmara yang msh bersinar sebagai aktor, produser, presenter di dalam usianya menjelang 40.

Jadi saya selalu menekankan kepada talent saya untuk tidak boleh terintimidasi dengan umur atau pendatang baru. Star Quality itu adalah pemberian dari Semesta. Memang dalam hidup mereka kali ini mereka menjalankan lakon sebagai entertainer. Tinggal mengasah kemampuan dan mempertajam kualitas mereka.

Oleh karena itu manager perlu jeli melihat peluang, pangsa pasar, mengeksplorasi secara maksimal talent mereka, memberikan kenyamanan dan kepercayaan untuk berkembang. Dengan demikan sang talent bisa tetap berkiprah, eksis, menorehkan prestasi dan warna nya di industri show biz ini.