Sulung berbicara bagaimana mengatasi sebuah kesalahan

14 - 06 - 2010 | Sulung Landung

Every of us makes mistakes. Ya, kesalahan memang pasti terjadi. Tidak peduli seberapa hebat kita, tetap saja sebagai manusia pasti pernah membuat kesalahan, bahkan hal ini terjadi lebih dari sekali.

Namun demikian ada hal yang harus tetap kita ingat: It’s not the mistakes that lose you, though; it’s how you handle the situation.

Sekarang kami berkesempatan untuk duduk dengan Sulung Landung dan mengajukan beberapa pertanyaan tentang hal ini. Pembicaraan kami yang pertama adalah menanyakan, apakah seorang Sulung Landung pernah melakukan kesalahan?

“Sering (ha ha ha). Yes, I am still human being. Bohong banget kalo gw bilang ngak pernah bikin salah. No body perfect. Mistakes makes perfect. Contoh saja seperti salah lihat jadwal, salah memberitahukan jam stand by ke Artists atau personal  Asissant. Pengaturan jadwal yang kadang tumpang-tindih dan hal hal lainnya. Namun sejauh ini kesalahan yang gw buat tidak boleh bersifat yang prinsipil dan selalu transparan terhadap masalah keuangan, termasuk fee Artists yang sebenarnya.”

Lalu bagaimana mengatasinya? Beberapa hal (Tips) di bawah ini diberikan Sulung Landung:

Minta maaf

Bila memang kita membuat kesalahan, baik itu besar atau kecil, sebaiknya jangan langsung (pada saat itu juga) berusaha untuk membenarkan diri sendiri atau membuat alasan. Publik, khusunya Klien umumnya tidak ingin mendengarkan alasan Anda, walau sebaik apapun itu. Ingat, kondisi mereka saat itu sedang tidak baik dan alasan kita bisa membuat mereka menjadi lebih kesal.

“Jangan hanya karena kita atasan, jangan ngeles ke client juga, kalau itu memang salah kita, berjiwa besar aja minta maaf dan bicara dengan diri sendiri untuk tidak mengulangi lagi.” jelas Sulung.

Coba perhatikan: Pada satu saat Anda mendengar suara pecah dari ruangan lain. Lalu Anda masuk dan mendapatkan teman Anda berdiri di atas sisa-sisa benda favorit Anda yang hancur. Apakah Anda ingin mendengar pembelaan seperti, “Aku tersandung” atau “Kenapa benda itu ada di lantai sih?” atau “Bukan salah saya vas itu pecah”.

Tentu saja tidak. Karena pada kenyataannya sekarang Teman anda itu adalah orang satu-satunya yang berdiri di atas pecahan benda yang telah rusak. Dan Anda sedang kecewa dan marah.

Hal pertama yang sebaiknya keluar dari mulut teman Anda adalah (untuk sementara waktu) “Maafkan aku.” … bukan “Maafkan aku, tapi ..” Hanya saya minta maaf. Sebanyak mungkin.

Semua alasan dibalik itu dapat Anda berikan  kemudian, saat semua orang sudah tenang. Saat ini, hanya minta maaf, dan melakukannya dengan baik.

“Mengaku salah, meminta maaf dan tidak mengulangi kesalahan yang sama merupakan hal yang terbaik agar situasi tidak bertambah parah.” kata Sulung saat mempertegas tips ini.

Menebus Kesalahan

Jika keadaan telah mulai menjadi tenang, segera melakukan perbaikan. Belajar agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali. Lakukan dengan sekuat tenaga dan tulus untuk memperbaiki hubungan dan membuat Anda menjadi lebih baik.

Jika masalah tersebut ternyata lebih sulit diperbaiki karena telah menyinggu perasaan orang, lakukan komunikasi maaf yang lebih tulus dengan mengambil inisiatif pertama untuk memperbaiki. Ingat, mereka yang terkena dampak secara pribadi biasanya tidak dalam mood untuk memberi tahu Anda apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki masalah.

Mereka boleh marah. Jika Anda menerima pernyataan atau kritik tegas, tetap tenang. Katakan bahwa “Anda punya hak untuk marah” Jangan terpancing untuk (juga) marah dengan seseorang atau klien karena mereka marah dengan Anda.. ini tidak baik.

Jadilah dewasa. Tanggung jawab Anda untuk menjaga situasi setenang mungkin, dan untuk bekerja menuju sebuah resolusi yang lebih baik.

Kompensasi

Jika publik atau klien Anda benar-benar marah, atau jika Anda telah mengacaukan sedemikian rupa dan merugikan bisnis mereka, maka hal baik yang kemudian dilakukan adalah, memberi kompensasi. Namun harus diingat, ini bukan selalu berarti sebagai pengganti. Memperbaiki hal yang telah rusak dan pembenahan diri kembali masih perlu dilakukan.

Dalam memberikan kompensasi sertakan pesan (note) baik yang mengakui bahwa Anda salah. Sebagai contoh:

“Harap menerima kompensasi dan permintaan maaf yang tulus, dan jika ada hal lain yang bisa saya lakukan untuk membuat semua menjadi lebih baik, silakan beritahu saya.”

Satu hal yang ingin dicapai dari semua catatan di atas adalah, bagaimana menyelamatkan reputasi dalam semua kemungkin hal terburuk yang bisa terjadi.

Tangain kesalahan dengan kasih dan tulus kepada orang, publik atau klien cenderung (dalam beberapa hal) dapat mendatangkan pengampunan.

Walau tips di atas tidak selamanya berjalan (dalam penerapannya) dengan baik, namun setidaknya mereka akan melihat Anda adalah orang baik yang melakukan kesalahan.

“Kultur di Avatara88 selalu mengedanpak komunikasi dengan Artists dengan intens dan lancar. Saya setiap hari bicara dengan mereka, baik langsung maupun melalui Group di Blackberry sehingga satu sama lain bisa saling mendukung. Kami juga rutin ada evaluasi antara management dan artists , biasanya pada evaluasi lah unek unek dikeluarkan dan dicari solusi terbaik untuk semuanya.” tutup Sulung dalam pembicaraan ini.